Tue, 2007/05/03 - 23:00
Pada hari Minggu tanggal 4 Maret konferensi regional Jawa Timur Pembebasan Nasional Partai Persatuan Indonesia, atau DPP PAPERNAS, diserang secara keji oleh sayap kanan dan anti-komunis milisi FAKI (Front Anti Komunis Indonesia). Sekitar seratus preman FAKI, memegang pisau, berperang dalam perjalanan mereka ke tempat konferensi, di mana DPP PAPERNAS aktivis berjuang untuk membela diri mereka sendiri dan konferensi mereka. aktivis DPP PAPERNAS mengirimkan permohonan mendesak untuk solidaritas dari dalam tempat tersebut. Di antara mereka di mana Dita Sari, sebuah serikat dagang organizer terkenal dan DPP PAPERNAS kandidat untuk pemilihan presiden pada tahun 2009.
Serangan terjadi dengan latar belakang peningkatan penindasan terhadap kiri Indonesia baik dari negara dan kekuatan milisi sayap kanan. FAKI juga menyerang kongres DPP PAPERNAS pendiri diselenggarakan di Yogyakarta pada bulan Januari. Pada hari pertama kongres ke-100 preman berseragam hitam, dan lebih lagi pada hari kedua, mencoba menghentikan kongres. Mereka berhasil berkat untuk membela diri yang diselenggarakan oleh peserta dengan dukungan siswa lokal. Tapi ada luka di antara 380 delegasi dari kanan di negara besar. Belum lama ini juga sebuah pertemuan yang diselenggarakan oleh kelompok dipengaruhi Marxis Rumah Kiri (Kiri House) di Bandung diserang dan rusak oleh polisi. Serangan ini adalah bukti bahwa aparat negara, dalam kolusi dengan milisi sayap kanan, yang berusaha untuk menghentikan kemajuan pekerja dan gerakan sosial di Indonesia. Partai DPP PAPERNAS, misalnya, memiliki penduduk lokal di 23 propinsi dan sekitar 140 kota. Ini adalah penyatuan dari sejumlah organisasi, termasuk Partai Rakyat Demokratik (PRD) dibentuk pada program terbatas yang berpusat pada nasionalisasi minyak Indonesia dan industri gas, dan membatalkan utang luar negeri.
Serangan terhadap DPP PAPERNAS adalah serangan terhadap semua kekuatan progresif dan sosial. Hal ini penting bahwa semua pekerja, mahasiswa, dan organisasi progresif publik menyatakan oposisi mereka terhadap serangan tersebut, susah payah membela hak-hak demokratis terhadap represi negara dan milisi FAKI reaksioner. Namun gerakan buruh tidak bisa bergantung pada negara Indonesia, pasukan polisi dll, untuk membela hak-hak demokratis. Kiri, serikat buruh partai politik dan gerakan-gerakan mahasiswa progresif harus segera bergabung kekuatan untuk mengatur yang mandiri dan demokratis dikendalikan milisi pertahanan diri. Mereka harus meluncurkan kampanye melawan kekerasan sayap kanan. Sosialis, serikat buruh, di seluruh dunia harus mendukung mereka dengan deklarasi solidaritas, protes kepada pemerintah Indonesia dan bantuan material.
Harus protes fax / e-mail ke kedutaan besar Indonesia di setiap negara dan telepon atau pesan SMS ke kepala polisi nasional Jenderal Sutanto pada 62 818.315.703.
Juga mengirim pesan solidaritas untuk Papernas,
KP-DPP PAPERNAS) atau 6281771122 (Dita Sari)